
SURABAYA – Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya secara resmi menutup rangkaian Diklat Bahasa Korea pada Senin (8/12/2025). Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara BDI Surabaya dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, yang bertujuan untuk mencetak tenaga kerja lokal dengan kompetensi bahasa dan kesiapan mental berstandar internasional.
Pelatihan yang berlangsung secara intensif selama 64 hari ini diikuti oleh 20 peserta terpilih. Selama dua bulan penuh, mereka tidak hanya dibekali dengan kemampuan linguistik, tetapi juga pemahaman budaya dan etika kerja di Korea Selatan. Agenda ini sekaligus menjadi program kerja sama penutup tahun 2025 antara BDI Surabaya dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kepala BDI Surabaya menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para peserta yang telah menyelesaikan kurikulum pelatihan yang padat. Menurutnya, penguasaan bahasa asing merupakan instrumen krusial bagi setiap individu untuk menembus batas industri global. Melalui program ini, BDI Surabaya berkomitmen memastikan setiap lulusannya memiliki daya saing yang kuat agar mampu berkontribusi secara maksimal di sektor industri internasional.
Sinergi dengan BP3MI Jawa Timur ini dipandang sebagai langkah konkret dalam meminimalisir kendala komunikasi bagi pekerja migran di luar negeri. Dengan bekal teknis yang matang, diharapkan para alumni diklat tidak hanya mahir berbahasa, tetapi juga memiliki kesiapan kerja (work readiness) yang tinggi untuk menghadapi tantangan di lingkungan baru yang dinamis.

Selama proses penutupan, pihak BDI Surabaya memuji kedisiplinan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh ke-20 peserta. Transformasi kemampuan para peserta dari hari pertama hingga akhir pelatihan dianggap sebagai bukti nyata bahwa setiap individu memiliki potensi besar jika diberikan wadah edukasi yang tepat dan terukur.
Diklat Bahasa Korea ini juga menjadi program kerja sama terakhir antara BDI Surabaya dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian PMI) pada tahun 2025. Hal tersebut menegaskan komitmen BDI Surabaya dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan kualitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Selama pelaksanaan diklat, para peserta menunjukkan komitmen, kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi. Keaktifan dan konsistensi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan menjadi salah satu indikator keberhasilan program ini.
BDI Surabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama pelatihan berlangsung. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada BP3MI Jawa Timur atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin dengan baik dalam menyukseskan kegiatan ini.
Penutupan diklat ini menandai berakhirnya rangkaian kerja sama pengembangan SDM internasional BDI Surabaya untuk tahun anggaran 2025. Ke depannya, BDI Surabaya berencana untuk terus memperluas kemitraan strategis guna membuka lebih banyak pintu peluang karier bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat posisi bangsa dalam peta tenaga kerja profesional global.
