Peningkatan Kapasitas SDM Inklusif: Kolaborasi Strategis BDI Surabaya, Dinsos Jawa Timur dan Plan International Indonesia

Surabaya, dalam rangka mempercepat transformasi digital dan penguatan ekonomi inklusif di wilayah Jawa Timur, Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya berkolaborasi dengan Dinsos Jawa Timur, Galeri Disabilitas Kinasih dan Plan International Indonesia menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi bagi generasi muda melalui skema pelatihan strategis. Sebanyak 35 peserta yang berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan wilayah penyangga sekitarnya, berpartisipasi aktif dalam membedah potensi pemasaran digital berbasis algoritma terkini.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Digital Marketing Inklusif ini merupakan implementasi dari Futuremakers Youth Employability Program, sebuah inisiatif kolaboratif antara Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dengan dukungan Standard Chartered Foundation. Pelaksanaan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari (Senin s.d. Rabu) ini merupakan manifestasi sinergi lintas sektoral yang melibatkan:

  • Yayasan Plan International Indonesia
  • Balai Diklat Industri (BDI) Kementerian Perindustrian;
  • UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur;
  • Galeri Disabilitas Kinasih (Gadisku).

Penyelenggaraan pelatihan ini mengedepankan aspek inklusivitas dengan menghadirkan tenaga instruktur dari kalangan disabilitas yang telah melalui tahap Training of Trainers (ToT). Penggunaan fasilitator sebaya bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang adaptif, sehingga materi teknis dapat diinternalisasi dengan lebih optimal oleh peserta sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing.

Project Manager Plan Indonesia, Raharjo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung kebijakan afirmatif terhadap penyandang disabilitas.

“Sesuai dengan komitmen institusional, kami memastikan keterlibatan minimal 3 persen penyandang disabilitas dalam setiap program pemberdayaan. Hal ini merupakan langkah konkret untuk menjamin hak kesetaraan dalam persaingan ekonomi global,” ujar Raharjo dalam keterangan resminya.

Direktur Gadisku, Edi Cahyono, melaporkan bahwa profil peserta pelatihan mencakup spektrum disabilitas yang luas, meliputi:

  1. Disabilitas Fisik
  2. Disabilitas Sensorik (Rungu dan Netra)
  3. Disabilitas Mental dan Intelektual

Peserta terdiri dari para pelaku usaha rintisan (UMKM) maupun individu yang berorientasi pada peningkatan skala bisnis melalui digitalisasi. Melalui pelatihan yang terukur dan presisi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama para mitra strategis berharap dapat memperluas akses lapangan kerja serta meningkatkan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas. Sinergi berkelanjutan dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan diproyeksikan akan terus diperkuat guna mewujudkan ekosistem digital yang setara dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan