Pendaftaran Diklat Garmen 2018 Gratis Tanpa dipungut Biaya

Kemenperin Terapkan SNI Wajib Kawat Baja

Pertanyaan MasyarakatKemenperin Terapkan SNI Wajib Kawat Baja
Abror asked 6 bulan ago

Industri kawat baja praktekan dalam negeri kembali bergairah, didorong penerbitan Ketentuan Menteri Perindustrian Nomor 28 Th. 2017 mengenai Pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI) Kawat Baja Beton Pratekan untuk Kepentingan Beton dengan Harus. Regulasi ini diusahakan untuk menghindar mengedarnya product yg tidak berkualitas di pasar domestik dan kurangi ketergantungan pada product import sama.
“Penerapan SNI Harus adalah satu diantara instrumen kebijakan tehnis yang begitu perlu manfaat membuat perlindungan industri serta customer dalam negeri. Jadi, SNI ini sifatnya mutlak bila kita ingin masuk jadi bangsa industri, ” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (6/12).
Menurut Menperin, pemilihan standard disuatu product industry membutuhkan prasarana tehnis serta institusi pendukungnya. “Untuk itu, kami memfasilitasi lewat Balai Besar ataupun Baristand Industri yang dipunyai oleh Kemenperin dalam penyediaan laboratorium uji SNI atau program kursus, ” tutur dia.
Kepala Tubuh Riset serta Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Pada menerangkan, pihaknya sudah lakukan rangkaian doa qunut aktivitas sertifikasi product dalam usaha menanggung kawat baja pratekan yang juga akan di pasarkan mesti sesuai sama standard yang diputuskan. “Hal ini supaya membuat perlindungan pemakai dari segi keselamatan. Terlebih, sekarang ini Indonesia tengah lakukan pembangunan infrastruktur yang cukup agresif, ” jelas dia.
Kawat baja pratekan ini biasanya dipakai untuk kepentingan pembangunan konstruksi beton, seperti jembatan layang. Mengenai sebagian type dari komoditas ini, diantaranya tujuh kawat baja tanpa ada susunan dipilin (PC Strand/KBjP-P7), kawat baja tanpa ada susunan (PC wire/KBjP), serta kawat baja quens atau quench temper (PC Bar/KBjP-Q).
Ngakan mengemukakan, unit service tehnis dibawah naungan BPPI Kemenperin dapat jadi instansi penilaian keselarasan product itu untuk sertifikasi serta laboratorium pengujian. Misalnya, Balai Besar Bahan serta Barang Tehnik (B4T) Bandung, Balai Besar Logam Mesin (BBLM) Bandung, Balai Sertifikasi Industri, serta Baristand Surabaya.
“Kami juga akan memprogramkan menambahkan kemampuan perlengkapan uji hingga dengan usaha itu diinginkan Kemenperin bisa memberi service pada industri lebih maksimal serta bisa selalu menanggung kualitas product kawat baja pratekan yang mengedar di pasar dalam negeri, ” tutur dia