Strategi Pemasaran Produk Klaster Industri Kecil Menengah (IKM) dengan menggunakan model e-Marketplace

 

                                        Oleh :

                                          Zya Labiba

                         Widyaiswara Muda BDI Surabaya

Permasalahan yang sering dihadapi oleh klaster industri kecil menengah (IKM) saat ini  adalah pasar yang terbatas. Dengan kondisi tersebut, tentu sulit diharapkan IKM dapat mengembangkan pemasaran dan kapitalisasi modal secara mandiri. Akibatnya, IKM mengalami stagnasi dan hanya sedikit yang mampu mencapai skala besar secara mandiri. Untuk memperluas pasarnya, mau tidak mau diperlukan dana yang tidak murah dalam rangka memperluas jaringan pemasaran. Jarang dijumpai IKM yang bisa dan mampu melakukan strategi pengembangan semacam ini, karena memang tidak murah.

Strategi pemasaran yang diterapkan IKM umumnya adalah dengan memasang iklan bisnis di koran/yellow pages, mengikuti pameran industri, dan sebagian sudah memiliki website yang berisi profil industri. Terdapat beberapa portal IKM yang sudah dikelompokkan dalam beberapa kategori produk dan mempermudah pengguna dalam menemukan alternatif calon pemasok. Umumnya profil IKM dalam website hanya berisi katalog produk, lokasi workshop, sebagaian memuat daftar harga, dan kontak informasi. Beberapa contoh portal dan website kumpulan IKM yang sudah ada yaitu portal KUKM, sentra UKM, www.yelloepages.com, www.88db.com, dll.

Dengan meningkatnya peranan teknologi informasi seperti fasilitas internet yang merupakan salah satu tuntutan atas perkembangan sosialita bermasyarakat, salah satu sifat internet adalah memperpendek jarak geografis dan melintasi batasan waktu. Selain tentu kecepatan yang menjadi ciri utama dari wahana elektronik satu ini. Perluasan pasar ini tentu tidak harus dilakukan dengan membangun web site secara mandiri. Membangun web sites mandiri bisa jadi akan membebani cashflow sebuah IKM, apalagi bila baru saja terjun ke pasar internasional. Jalan paling mudah dan ekonomis dalam memperluas pemasaran bisa dilakukan dengan bergabung pada e-Marketplace, yang memang spesifik dibangun untuk produk atau jasa tertentu.

E-Marketplace merupakan suatu model inovatif di lingkungan e-commerce, dan seringkali seringkali disebut dengan banyak nama, seperti: ‘trading exchanges’, ‘vertical hubs’, ‘vertical portals’, ‘supply-chain backbones’, ‘net markets’, ‘electronic communities’ and ‘procurement hubs’ (Ross, 2003), dimana keseluruhannya ditawarkan dengan cara yang sama, yaitu melalui website, yang merupakan suatu lokasi virtual dimana pembeli (buyers) dan penjual (sellers) bertemu untuk melakukan transaksi komersial.

Beberapa situs e-marketplace di luar negeri yang paling terkenal antara lain http://www.alibaba.com, http: //smallbusiness.yahoo.com, dan www.prostores.com.  e-Marketplace tidak hanya memberikan keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat langsung didalamnya, tetapi juga keuntungan bagi konsumen dan perekonomian secara umum.

Bergabung dengan sebuah e-Marketplace ternyata tidak hanya menekan ongkos yang harus dikeluarkan dibandingkan dengan membangun web site. Persepsi mengenai web site masih terbatas pada sekedar penginformasian mengenai perusahaan dan produk-produknya. Berbeda dengan web site, e-Marketplace merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang dilakukan di atas sarana elektronik atau tepatnya Internet. Keberadaan e-Marketplace dapat dianalogikan sebagai pasar tradisonal atau mall yang memiliki etalase untuk memajang produk atau jasa yang diperjual belikan, hanya dalam e-marketplace berwujud maya/ virtual. Untuk penjual/seller, e-Marketplace menawarkan keuntungan lain seperti ketersediaan katalog produk atau jasa yang dapat di-update untuk waktu tertentu, tersedianya informasi mengenai tren pasar, dan transaksi bisnis serta pembayarannya. Sementara untuk pembeli/buyers, keuntungan yang ditawarkan berupa tersedianya katalog produk dan jasa yang ditawarkan, layanan terkait, kemudahan dalam transaksi dan transmisi transaksi ke mitra supply chain, affiliasi pemasaran, dan layanan kolaboratif untuk koordinasi perencanaan. Kondisi tersebut akan semakin memberikan kesempatan

E-Marketplace  merupakan salah satu solusi yang diyakini sangat berarti bagi pengembangan klaster industri, khususnya dalam menyelesaikan permasalahan konsolidasi antar industri dalam klaster yang sangat sulit untuk diwujudkan. Aplikasi  e-Marketplace bagi klaster industri kecil menengah di Indonesia sangat diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu upaya untuk memperluas jaringan pasar yang secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan industri kecil di negara kita. Kesempatan bersaing bagi klaster IKM semakin lebih terbuka dan biaya pemasaran akan menurun. Sehingga nasib industri kecil kita tidak akan lenyap ditengah hiruk pikuk di tengah persaingan industrialisasi global.

 

Pustaka

  1. Ash, C.G. (2004). A multi-disciplinary approach for staged e-business implementations and change, IFIP WG8.4, Salzburg, June.
  2. Chan, Joyce K.Y., Lee, Mattew K.O. 2002. SME E-Procurement Adoption in Hong Kong – The Roles of Power, Trust and Value. Proceedings of the 36th Hawaii International Conference on System Sciences (HICSS’03) 0-7695-1874-5/03 IEEE COMPUTER SOCIETY
  3. Denizel, Meltem., Arıkan, Yıldız ., Ulusoy, Gündüz., Çatay, Bülent. 2002. Conceptual Design of an E-Marketplace for Small and Medium Enterprises in the Turkish Machinery Industry. The Fifth International Conference on Electronic Commerce Research (ICECR-5), Montreal.
  4. Gulledge, T, R. Hira, J. Liuzzi, and R. Sommer (1999). Electronic Commerce for SMEs in Shipbuilding Supply Chains,” In S.J. Childe, Editor, Stimulating Manufacturing Excellence in Small and Medium Enterprises, Plymouth, England: University of Plymouth,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *