Pendaftaran Diklat Garmen 2018 Gratis Tanpa dipungut Biaya

Proyek Perumahan Caplok Puluhan Situ

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum memastikan, 199 situ (danau kecil) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam kondisi aman. Meski begitu, maraknya proyek perumahan perlu diwaspadai.

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Iwan Nusyirwan Diar, di antara semua situ tak ada yang rusak parah seperti Situ Gintung. Beberapa memang ada yang rusak ringan, tapi sekarang dalam proses pemeliharaan.

Saat ini, Iwan menambahkan, aparatnya terus meningkatkan evaluasi terhadap semua situ. “Akan kami kencangkan lagi pengawasannya,” ujarnya. Ia sebelumnya mengatakan pemeriksaan lebih rutin bisa mengurangi risiko rusaknya situ. “Hanya, anggaran dan personel yang dimiliki pihaknya masih tak memadai dibandingkan dengan kebutuhan yang ada,” katanya.

Persoalan lain yang dihadapi Departemen Pekerjaan Umum, menurut Iwan, sejumlah situ sudah dicaplok untuk perumahan sehingga menyulitkan penanganannya. Tercatat ada 20 situ di wilayah Jabodetabek yang telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. Perinciannya, di Kabupaten Bogor 9 situ, Kota Bogor 2, Kabupaten Tangerang 4, Kota Tangerang 3, dan di Bekasi 2 situ.

Perubahan fungsi itu, menurut Iwan, menjadi faktor utama penyebab banjir di wilayah ini. Dia mencontohkan Situ Pamulang, yang sebagian lahannya sudah diuruk dan dijual. “(Urusan) perumahan ini bukan tanggung jawab kami,” katanya. “Tapi kalau ada banjir selalu kami yang disalahkan.”

Kasus Situ Gintung, Iwan menjelaskan, merupakan salah satu contoh buruk pencaplokan lahan untuk perumahan. Tepat di samping Situ Gintung terdapat dua rumah yang langsung menempel ke tanggul. “Pembangunan ini tentu melemahkan tanggul sehingga akhirnya jebol saat debit air tidak tertampung,” ujarnya.

Selain melemahkan tanggul, proyek perumahan juga mempersempit aliran air dari Situ Gintung. Sebelumnya, terdapat aliran air selebar 5-7 meter menuju Kali Pesanggrahan. “Namun, saat ini tinggal satu meter karena padatnya permukiman di bantaran kali,” kata Iwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *